
Di era digital yang serba canggih, literasi digital menjadi salah satu elemen penting untuk memperkuat ketahanan nasional. Literasi digital bukan sekedar kemampuan mengoperasikan perangkat elektronik, tetapi juga melibatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana informasi digital digunakan, dikelola, dan diakses secara bijak. Ketahanan nasional di era modern tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh seberapa baik masyarakat mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Salah satu ancaman nyata di era digital adalah penyebaran hoaks dan informasi yang tidak akurat. Literasi digital membantu masyarakat mengidentifikasi berita palsu, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak valid. Dengan kemampuan ini, masyarakat dapat tetap fokus pada isu-isu strategis yang benar-benar penting bagi stabilitas negara.
Selain itu, literasi digital berkontribusi dalam penguatan ekonomi digital. Dengan memahami teknologi dan peluang yang ditawarkan oleh dunia digital, masyarakat dapat menciptakan inovasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketahanan ekonomi yang kuat merupakan salah satu pilar ketahanan nasional yang tidak dapat diabaikan.
Di bidang pertahanan, literasi digital juga memegang peranan penting. Teknologi informasi menjadi tulang punggung dalam sistem pertahanan modern, termasuk dalam strategi keamanan siber. Melalui literasi digital, personel militer maupun masyarakat sipil dapat memahami risiko serangan siber dan cara mengatasinya, sehingga mampu menjaga kedaulatan digital Indonesia.
Lebih jauh, literasi digital juga memengaruhi ketahanan sosial. Dengan memahami cara menggunakan media sosial secara positif, masyarakat dapat membangun koneksi yang lebih baik, menguatkan rasa persatuan, dan meminimalkan konflik yang dipicu oleh penyalahgunaan teknologi. Hal ini sejalan dengan upaya membangun masyarakat yang harmonis dan solid.
Pendidikan menjadi kunci dalam meningkatkan literasi digital. Pemerintah perlu bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa program literasi digital dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Hal ini melibatkan kurikulum pendidikan formal, pelatihan komunitas, hingga kampanye publik yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melek digital.
Tidak kalah penting, literasi digital juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam mengakses informasi mengenai kebijakan publik dan proses demokrasi. Dengan pemahaman yang baik tentang informasi digital, masyarakat dapat lebih kritis terhadap isu-isu yang memengaruhi kehidupan mereka, serta berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada ketahanan nasional.
Ketahanan budaya juga menjadi aspek yang terbantu oleh literasi digital. Dalam menghadapi gempuran budaya asing melalui media digital, literasi ini memungkinkan masyarakat untuk mempertahankan identitas budaya lokal dan mengadaptasinya secara kreatif di era global.
Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, literasi digital harus menjadi prioritas nasional. Penguatan literasi digital bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dalam upaya mewujudkan Indonesia yang tangguh dan berdaya saing, literasi digital adalah langkah strategis yang tidak dapat ditunda lagi.
Literasi digital merupakan fondasi penting dalam membangun ketahanan nasional yang kokoh di era digital. Dengan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan global. Literasi digital bukan sekedar kebutuhan, melainkan investasi untuk masa depan bangsa.
Penulis: Dr. Fitry Taufiq Sahary
Editor: Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc.