
Penyerahan Tahorneg di Silaturahmi IKAL PPSA 24: Simbol Penghargaan dan Solidaritas Kebangsaan
Pada sebuah acara yang penuh kehangatan dan persaudaraan, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., Sekretaris Militer Presiden (Sekmilpres), menyerahkan Tanda Kehormatan Negara (Tahorneg) BINTANG YUDHA DHARMA PRATAMA kepada Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Djon Afriandi, MS.DA. dalam rangkaian acara silaturahmi Ikatan Keluarga Alumni PPSA 24 Lemhannas (IKAL PPSA 24) di Markas Komando Pasukan Khusus (Makopassus). Momen ini tidak hanya mencerminkan penghargaan kepada Danjen Kopassus sebagai pimpinan pasukan elite, tetapi juga menunjukkan kuatnya tali persaudaraan di antara alumni PPSA 24 LEMHANNAS, yang selalu berkomitmen menjaga integritas dan kedaulatan negara.
Acara silaturahmi IKAL PPSA 24 menjadi wadah penting dalam memperkuat jejaring antar-alumni yang telah menduduki berbagai posisi strategis di lembaga pemerintahan maupun sektor swasta. Penyerahan Tahorneg oleh Mayjen TNI Rudy Saladin kepada Danjen Kopassus menambah keistimewaan dalam acara tersebut, di mana penghargaan ini menjadi pengakuan atas Prestasi dan Penghargaan yang sangat tinggi kepada Danjen Kopassus dalam memimpin satuan elit ini serta menjaga stabilitas nasional dan internasional melalui berbagai operasi militer yang cemerlang.
Mayjen TNI Rudy Saladin, yang juga merupakan alumni PPSA 24, memainkan peran kunci dalam penyerahan ini. Sebagai Sekmilpres, beliau membawa mandat Presiden RI untuk memastikan bahwa seluruh prajurit terbaik bangsa mendapatkan apresiasi yang layak. Penyerahan Tahorneg di hadapan para alumni PPSA 24 LEMHANNAS semakin meneguhkan bahwa soliditas antar-matra dalam tubuh TNI dan sinergi dengan Polri serta sipil lainnya merupakan fondasi utama kekuatan pertahanan negara.
Kopassus, yang dikenal sebagai satuan tempur terbaik dengan keahlian dalam operasi khusus, telah berulang kali membuktikan kemampuannya dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari terorisme hingga operasi pembebasan sandera. Dengan diterimanya Tahorneg, Danjen Kopassus menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah hasil jerih payah seluruh prajurit yang selalu siap siaga demi kepentingan bangsa dan negara. Momen ini juga menjadi pengingat bagi seluruh anggota Kopassus untuk terus menjaga kehormatan dan komitmen dalam menjalankan tugas-tugas berat mereka.
Acara silaturahmi ini bukan hanya ajang seremonial, tetapi juga sarana untuk berbagi pengalaman, pemikiran, dan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan pertahanan di masa depan. Diskusi antar-alumni PPSA 24 Lemhannas mencerminkan betapa pentingnya peran mereka dalam merumuskan kebijakan strategis yang berkelanjutan bagi bangsa dan negara. Penyerahan Tahorneg menjadi salah satu simbol bahwa kerja keras, pengabdian, dan loyalitas yang ditunjukkan oleh Prajurit terbaik akan mendapatkan penghargaan dan penghormatan dari negara.
Selain sebagai penghargaan, Tahorneg yang diserahkan dalam acara ini juga memiliki nilai filosofis yang mendalam. Ia menggambarkan bagaimana setiap prestasi dan dedikasi prajurit TNI merupakan buah dari semangat persatuan dan gotong royong. Di tengah situasi global yang semakin kompleks, soliditas antar-lembaga seperti yang diperlihatkan dalam silaturahmi IKAL PPSA 24 ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan nasional.
Dalam penyampaiannya, Mayjen TNI Rudy Saladin menekankan pentingnya sinergi antara sesama alumni PPSA 24 LEMHANNAS dalam merumuskan strategi pertahanan yang tangguh. Ia menyebut bahwa kekuatan bangsa tidak hanya terletak pada militernya, tetapi juga pada kemampuan berbagai elemen bangsa untuk bersatu dalam menghadapi ancaman bersama. Penyerahan Tahorneg ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap penghargaan, terdapat tanggung jawab besar untuk terus memberikan yang terbaik bagi negara.
Danjen Kopassus, yang menerima Tahorneg, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota IKAL PPSA 24 yang terus memberikan dukungan bagi tugas-tugas TNI, khususnya Kopassus. Ia menggarisbawahi bahwa peran alumni PPSA 24 LEMHANNAS sangat penting dalam memberikan masukan-masukan strategis yang dapat meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia di masa depan. Silaturahmi seperti ini, menurutnya, harus terus dijaga agar sinergi antara militer dan elemen sipil tetap solid.
Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si., selaku Ketum Ikal PPSA 24 Lemhannas yang mendampingi pada acara penyerahan tersebut, menyampaikan ucapan selamat. Irjen Pol Argo menyampaikan bahwa peraihan Tahorneg Bintang Yudha Dharma Pratama yang diperoleh Danjen Kopassus bukan merupakan hal yang rutin, tetapi telah melalui tahapan proses penilaian yang panjang. Semoga perolehan bintang ini menjadi motivasi kepada Mayjen TNI Djon untuk terus mengukir prestasi dan semakin sukses, demikian juga untuk alumni lainnya, bisa mendapatkan keberkahan berupa anugrah dan amanah yang lebih baik juga. Kabid Organisasi Ikal PPSA 24 Lemhannas, Laksdya TNI Agus Hariadi, M.Han, juga turut hadir dan mendampingi Ketum Ikal PPSA 24.
Penyerahan Tahorneg dalam acara silaturahmi ini juga menjadi simbol kebersamaan yang erat antara anggota IKAL PPSA 24, TNI, dan masyarakat luas. Semua pihak menyadari bahwa keberhasilan mempertahankan negara memerlukan kolaborasi yang kuat di berbagai sektor. Acara ini pun menjadi pengingat bagi semua alumni bahwa mereka memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa, baik di sektor militer maupun sipil.
Secara keseluruhan, penyerahan Tahorneg di acara silaturahmi IKAL PPSA 24 di Makopassus ini menjadi momentum penting yang mengukuhkan nilai kebangsaan, persaudaraan, dan pengabdian. Melalui simbol penghargaan ini, diharapkan seluruh elemen bangsa semakin kuat dan bersatu dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Kombinasi antara kekuatan militer yang tangguh dan dukungan dari berbagai sektor sipil akan menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam menghadapi masa depan. Bravo PPSA 24 !!!